Tips Interior
Cara Memilih Motif Wallpaper agar Kamar Tidak Cepat Membosankan
Panduan memilih skala motif, warna, bidang aksen, dan sambungan wallcovering sesuai luas kamar serta pencahayaan agar nyaman dipandang setiap hari.

Motif wallpaper yang terlihat tenang di katalog bisa terasa jauh lebih ramai setelah menutup satu dinding kamar. Penyebabnya sederhana: sampel hanya memperlihatkan potongan kecil, sedangkan bidang berukuran 3 × 3 meter dapat mengulang pola belasan kali. Karena itu, pilihan yang menarik dari jarak dekat belum tentu nyaman dipandang setiap hari.
Mulai dari suasana yang ingin dipertahankan
Sebelum membandingkan motif, tentukan dahulu suasana kamar yang Anda inginkan. Untuk ruang istirahat yang tenang, warna dasar lembut dengan perbedaan warna yang tipis biasanya lebih mudah dipadukan. Motif daun berwarna sage di atas dasar krem, misalnya, memberi karakter tanpa membuat dinding terasa penuh.
Jika kamar sudah memiliki seprai bermotif, kepala tempat tidur bertekstur, atau banyak pajangan, wallcovering sebaiknya menjadi latar yang lebih sederhana. Sebaliknya, kamar dengan furnitur polos dapat menerima pola yang sedikit lebih tegas.
Sesuaikan skala motif dengan luas dan jarak pandang
Motif besar memerlukan jarak agar bentuknya terbaca utuh. Di kamar kecil, gambar bunga atau geometri berukuran besar sering hanya terlihat sebagai potongan-potongan bentuk dari sisi tempat tidur. Pilihan yang lebih aman adalah motif berskala sedang dengan ruang kosong yang cukup di antara elemennya.
Jangan langsung menganggap motif kecil pasti lebih tenang. Pola kecil yang rapat justru dapat membentuk kesan seperti tekstur padat ketika dilihat dari jauh. Mintalah sampel berukuran besar atau lihat sedikitnya satu lembar utuh, lalu berdirilah dua hingga tiga meter darinya.
Tentukan satu bidang yang menjadi pusat perhatian
Dinding di belakang tempat tidur sering cocok dijadikan bidang aksen. Motifnya terlihat saat seseorang memasuki kamar, tetapi tidak terus berada tepat di depan mata ketika beristirahat. Tiga dinding lain dapat memakai cat polos yang mengambil salah satu warna paling lembut dari motif.
Namun, posisi tersebut bukan aturan mutlak. Bila dinding belakang tempat tidur dipenuhi jendela atau lemari, pilih bidang yang paling utuh dan paling sedikit terpotong. Wallcovering akan tampak lebih rapi ketika pola dapat terbaca tanpa terlalu banyak gangguan visual.
Uji warna pada pagi dan malam hari
Warna di layar ponsel atau lampu toko belum tentu sama dengan warna di kamar. Cahaya matahari pagi dapat membuat warna pucat terlihat lebih segar, sedangkan lampu kuning pada malam hari cenderung menghangatkan beige dan membuat abu-abu tampak kecokelatan.
Bawa sampel ke rumah dan tempelkan pada dinding selama dua hari. Lihat dari pintu, sisi tempat tidur, serta meja rias pada waktu yang berbeda. Cara sederhana ini membantu Anda menilai apakah warna tetap nyaman ketika kondisi cahaya berubah.
Perhatikan pengulangan dan sambungan pola
Dua motif dengan warna serupa dapat memberi hasil berbeda karena jarak pengulangannya. Semakin besar pengulangan pola, semakin banyak bahan yang mungkin dibutuhkan untuk menyamakan gambar pada setiap sambungan. Tanyakan kepada pemasang bagaimana pola akan bertemu di sudut, dekat jendela, dan di belakang kepala tempat tidur.
Sambungan yang tepat membuat gambar mengalir dari satu lembar ke lembar berikutnya. Jika pertemuannya bergeser, garis atau daun dapat terlihat meloncat di tengah dinding. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan sebelum bahan dipotong.
Pastikan kondisi dinding sudah siap
Motif yang bagus tidak dapat menutupi masalah dinding secara permanen. Permukaan perlu kering, rata, dan bersih. Retak rambut, cat yang mengelupas, serta bekas lembap harus diperbaiki terlebih dahulu agar perekat bekerja baik dan hasil pemasangan tidak bergelembung.
Sebelum menentukan pilihan akhir, sisihkan sampel yang paling Anda sukai lalu lihat kembali keesokan harinya. Motif yang tetap terasa nyaman dari beberapa sudut dan dalam dua kondisi cahaya biasanya lebih aman untuk menemani kamar dalam waktu lama.


